Minggu, 12 Agustus 2012

Surat Untukmu Wahai Mentari


Selamat pagi harapanku, nafasku, hidupku dan segalanyaaaa karena kamu memang segalanya untukku. Aku mencintaimu tanpa batas mungkin itu salah hingga akhirnya aku tak pernah menemukan sosokmu lagi  dalam hidupku bahkan dlm mimpi aku tak bisa menemukanmu .
Entah dimana mentari yang dulu selalu bersinar terang menerangi hariku, pancaran sinarnya seakan mulai redup, hanya gulita yang dapat kurasa. Dimana sinarmu wahai mentari ?
Apakah ini pertanda waktu untukku bersamamu telah habis?

Maaf ,aku tak bisa menjagamu dengan baik, aku selalu berusaha melakukan yang terbaik yang ku bisa tapi pada kenyataanya aku belum mampu.
Aku merindukanmu dalam sepi, mereka reka setiap bayangmu.  Ketika  aku terlelap dalam kegelapan aku selalu berharap saat  aku membuka mata  di pagi hari sinarmu yang pertama menyapaku.
hhmmm
Aku sadar mimpiku terlalu khayal untuk diwujudkan?
tapi apa aku salah jika aku hanya berharap?

Andai  aku dapat membekukan waktu dan membuatnya tetap tak berjalan
kembali ke masa dimana aku dan kamu selalu bersama dalam keadaan apapun, dan ketika  kamu tidak disampingku aku selalu merasa hadirmu didekatku, menjagaku dan menemani setiap langkahku .
Bersama kita melewati hari, berdua  menghadapi semua  rintangan ,tak pernah sedetikpun kamu meninggalkanku. Bisakah kita kembali seperti dulu? Aku masih ingin memilikimu seutuhnya

Bekasi , 9 Agustus 2012

Dari pengagum setiamu, yang tak pernah lelah menunggu hadirmu

with love,
Adinda :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar